Sebagian besar pengguna komputer pasti tidak asing dengan Lokal Area Network atau Area Jaringan Lokal atau biasa di sebut LAN..Nah.. Artikel kali ini sedikit pengetahuan tentang LAN.

  1. Pengertian dan prinsip kerja LAN

LAN dapat definisikan sebagai network atau jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleksgedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri. Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh lokasi secara fisik. Adapun penggunaan LAN itu sendiri mengakibatkansemua komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama. LAN yang umumnya menggunakan hub, akan mengikuti prinsip kerja hub itu sendiri. Dalam hal ini adalah bahwa hub tidak memiliki pengetahuantentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast, dan juga karena hub hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus menunggu.

  1. Komponen-komponen Dasar LAN

Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai berikut:

•Workstation

Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer. Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu komputer yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe. Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain.

•Server

Perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.pada umumnya sumber daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendak digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan bekerja pada server. Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server, file server, print server, dan suatu server juga dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus.

•Link (hubungan)

Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebut secara fisik tidak terhubung. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai media transmisi yang umumnya berupa kabel. Adapun beberapa contoh dari link adalah:

1.Kabel Twisted Pair

•Kabel ini terbagi dua, yaitu Shielded Twisted Pair dan Unshielded Twisted Pair(UTP)

•Lebih banyak dikenal karena merupakan kabel telpon

•Relatif murah

•Jarak yang pendek

•Mudah terpengaruh oleh gangguan

•Kecepatan data yang dapat didukung terbatas, 10-16 Mbps

2.Kabel Coaxial

•Umumnya digunakan pada televisi

•Jarak yang relatif lebih jauh

•Kecepatan pengiriman data lebih tinggi di banding Twisted Pair, 30 Mbps

•Harga yang relatif tidak mahal

•Ukurannya lebih besar dari Twisted Pair

3.Kabel Fiber Optic

•Jarak yang jauh

•Kecepatan data yang tinggi, 100 Mbps

•Ukuran yang relatif kecil

•Sulit dipengaruhi gangguan

•Harga yang relatif masih mahal

•Instalasi yang relatif sulit

3.  Network Interface Card (NIC)

Suatu workstation tidak dihubungkan secara langsung dengan kabel jaringan ataupun tranceiver cable, tetapi melalui suatu rangkaian elektronika yang dirancang khusus untuk menangani network protocol yang dikenal dengan Network Interface Card (NIC).

NIC fisik umumnya berupa kartu yang dapat ditancapkan ke dalam sebuah slot dalam motherboard komputer, yang dapat berupa kartu dengan bus ISA, bus PCI, bus EISA, bus MCA, atau bus PCI Express. Selain berupa kartu-kartu yang ditancapkan ke dalam motherboard, NIC fisik juga dapat berupa kartu eksternal yang berupa kartu dengan bus USB, PCMCIA, bus serial, bus paralel atau Express Card, sehingga meningkatkan mobilitas (bagi pengguna yang mobile).

Kartu NIC Fisik terbagi menjadi dua jenis, yakni:

  • Kartu NIC dengan media jaringan yang spesifik (Media-specific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis berdasarkan media jaringan yang digunakan. Contohnya adalah NIC Ethernet, yang dapat berupa Twisted-Pair (UTP atau STP), Thinnet, atau Thicknet, atau bahkan tanpa kabel (Wireless Ethernet).
  • Kartu NIC dengan arsitektur jaringan yang spesifik (architecture-specific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis, sesuai dengan arsitektur jaringan yang digunakan. Contohnya adalah Ethernet, Token Ring, serta FDDI (Fiber Distributed Data Interface), yang kesemuanya itu menggunakan NIC yang berbeda-beda. Kartu NIC Ethernet dapat berupa Ethernet 10 Megabit/detik, 100 Megabit/detik, 1 Gigabit/detik atau 10 Gigabit/detik.

Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan. Media yang umum digunakan, antara lain adalah kabel UTP Category 5 atau Enhanced Category 5 (Cat5e), kabel fiber-optic, atau radio (jika memang tanpa kabel).

Komputer dapat berkomunikasi dengan NIC dengan menggunakan beberapa metode, yakni I/O yang dipetakan ke memori, Direct Memory Access (DMA), atau memory yang digunakan bersama-sama. Sebuah aliran data paralel akan dikirimkan kepada kartu NIC dan disimpan terlebih dahulu di dalam memori dalam kartu sebelum dipaketkan menjadi beberapa frame berbeda-beda, sebelum akhirnya dapat ditransmisikan melalui media jaringan. Proses pembuatan frame ini, akan menambahkan header dan trailer terhadap data yang hendak dikirimkan, yang mengandung alamat, pensinyalan, atau informasi pengecekan kesalahan. Frame-frame tersebut akan kemudian diubah menjadi pulsa-pulsa elekronik (voltase, khusus untuk kabel tembaga), pulsa-pulsa cahaya yang dimodulasikan (khusus untuk kabel fiber-optic), atau gelombang mikro (jika menggunakan radio/jaringan tanpa kabel).

NIC yang berada dalam pihak penerima akan memproses sinyal yang diperoleh dalam bentuk terbalik, dan mengubah sinyal-sinyal tersebut ke dalam aliran bit (untuk menjadi frame jaringan) dan mengubah bit-bit tersebut menjadi aliran data paralel dalam bus komputer penerima. Beberapa fungsi tersebut dapat dimiliki oleh NIC secara langsung, diinstalasikan di dalam firmware, atau dalam bentuk perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sistem operasi.
4.  Network Software

Tanpa adanya software jaringan maka jaringan tersebut tidak akan bekerja sebagaimana yang dikehendaki. Software ini juga yang memungkinkan sistem komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer yang lain.

5. Peralatan Pendukung LAN

a.Repeater

  ————

•Pada OSI, bekerja pada lapisan Physical

•Meneruskan dan memperkuat sinyal

•Banyak digunakan pada topologi Bus

•Penggunaannya mudah dan Harga yang relatif murah

•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan  sehingga   penyampaian

data secara  broadcast

•Hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk

maka   port-port yang lain harus menunggu.

b.Hub

—–

•Bekerja pada lapisan Physical

•Meneruskan sinyal

•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan

•Penggunaannya relatif mudah dan harga yang terjangkau

•Hanya memiliki satu buah domain collision

c.Bridge

——–

•Bekerja di lapisan Data Link

•Telah menggunakan alamat-alamat untuk meneruskan data ke tujuannya

•Secara otomatis membuat tabel penterjemah untuk diterima  masing2 port

d.Switch

——–

•Bekerja di lapisan Data Link

•Setiap port didalam swith memiliki domain collision sendiri-sendiri

•Memiliki tabel penterjemah pusat yang memiliki  daftar penterjemah untuk

semua port

•Memungkinkan transmisi secara full duflex (dua arah)

e.Router

——–

•Router berfungsi menyaring atau memfilter lalu lintas data

•Menentukan dan memilih  jalur alternatif yang akan   dilalui  oleh data

•Menghubungkan antar jaringan LAN, bahkan dengan WAN

6.  Topologi LAN

Pengertian topologi Jaringan adalah  susunan lintasan aliran data didalam

jaringan yang secara fisik menghubungkan simpul yang satu  dengan  simpul

lainnya.   Berikut  ini  adalah beberapa topologi  jaringan  yang ada dan

dipakai hingga saat ini, yaitu:

•Topologi Star

Beberapa simpul/node dihubungkan dengan simpul pusat/host, yang membentuk

jaringan fisik seperti bintang, semua komunikasi ditangani  langsung  dan

dikelola oleh host yang berupa mainframe komputer.

[PC1]

|

[PC2]——-[Server]———[PC3]

/    \

/      \

[PC4]    [PC5]

•Topologi Hierarkis

Berbentuk seperti pohon bercabang yang terdiri dari  komputer induk(host)

dihubungkan dengan simpul/node lain secara berjenjang. Jenjang yang lebih

tinggi berfungsi sebagai pengatur kerja jenjang dibawahnya.

[Server]

/      \

[server/PC]       [server/PC]

/  \             /  \

/    \           /    \

[PC1]  [PC2]     [PC3]  [PC4]

•Topologi Bus

Beberapa simpul/node dihubungkan dengan jalur  data  (bus). Masing2  node

dapat melakukan tugas-tugas dan operasi yangberbeda namun semua mempunyai

hierarki yang sama.

[PC1]  [PC2]     [PC3]  [PC4]

|        |                 |             |

=backbone================================

|             |                  |      |

[PC1]  [PC2]     [PC3]  [PC4]

•Topologi Loop

Merupakan hubungan  antar simpul/node  secara serial  dalam bentuk suatu

lingkaran tertutup.  Dalam bentuk ini  tak ada  central node/host, semua

mempunyai hierarki yang sama.

[PC1]

[PC2] | [PC3]

\|/

(_) <== lingkaran

/ \

[PC4][PC5]

•Topologi Ring

Bentuk ini merupakan gabungan bentuk topologi loop dan bus,  jika salah

satu  simpul/node  rusak, maka tidak akan mempengaruhi  komunikasi node

yang lain karena terpisah dari jalur data.

[PC1a]

[PC1b]__|__[PC1c]  << bus

|

[PC2]|[PC3]                  <<ring

\ | /

(_) <== lingkaran

/ \

[PC4][PC5]

•Topologi Web

Merupakan bentuk topologi yang masing-masing simpul/node  dalam jaringan

dapat saling berhubungan  dengan node   lainnya melalui  beberapa   link.

Suatu bentuk web network  dengan  n node, akan menggunakan link sebanyak

n(n-1)/2.

[PC1]

/ / \ \

[PC2]=-+—+=[PC3]

|   /     \  |

[PC4]=——-=[PC5]

Dengan menggunakan segala kelebihan dan kekurangan  masing2 konfigurasi,

memungkinkan dikembangkannya suatu konfigurasi baru yang  menggabungkan

beberapa topologi disertai teknologi  baru agar  kondisi   ideal  suatu

sistem jaringan dapat terpenuhi.